SJ Health - шаблон joomla Авто
Breaking News:
Cara Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini -- "Jakarta – Kanker payudara dapat menyerang siapa saja, termasuk perempuan muda. Karena ..." -- 01 October 2012
Tepat...! Perempuan Jadi Kunci Utama Pembangunan Nasional -- "JAKARTA – Kunci utama pembangunan nasional tidak hanya terletak di atas pundak laki-laki. ..." -- 05 December 2012
Wow...! GPSP Latih Generasi Zaman Now Bangun Kesadaran Gender -- "JAKARTA- Yayasan GPSP (Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan) menyadari betul pentingnya ..." -- 01 October 2012
Tags: Tips   Politik  

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat anak dan 14 cucunya, bisa jadi contoh bagi perempuan Indonesia, dalam menerapkan kesadaran gender di tengah keluarga.

Betapa tidak, perempuan kelahiran Tanjung Selor, 14 Desember 1938 ini tak pernah menuntut anak cucunya supaya menekuni suatu bidang keilmuan atau pekerjaan tertentu. Sehingga rumah bisa menjadi tempat yang nyaman bagi anak.

Bagi Rini, kunci sukses mendidik keluarga justru dengan tidak membebankan mereka dengan keinginan-keinginan orang tua. Perlakuan itu harus diterapkan sama rata, baik kepada anak laki-laki, maupun anak perempuan.

“Aku biarin mereka berkreasi. Gak pernah aku larang-larang. Ngalir aja,” ungkap Rini saat ditemui di rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan.

Metode mendidik yang dianut oleh Rini sekarang bukan hal baru baginya. Sejak dulu, kedua orang tuanya tak pernah menganggap perempuan sebagai prioritas nomor dua di keluarga.

“(Malah) ibu berpesan, ketika masih kecil-kecil, pokoknya yang diprioritasin sekolah itu ya kami perempuan bertiga. Kalau laki kan bisa cari di mana aja. Perempuan yang harus banyak bangkit,” kata Rini.

Walhasil, cara Rini mendidik berdampak positif terhadap keluarganya. Empat cucu perempuan Rini, yaitu Sheryl Sheinafia, Sashi Gandarum, Chintana, dan Arnell sukses berkarya dalam musik.

Selain prinsip yang diwarisi dari orang tua, Rini ternyata punya alasan khusus mengapa menurutnya perempuan harus tumbuh sebagai pribadi yang mandiri.

Yaitu, ketika Rini masih duduk di bangku SMP, ayahnya pernah dipinjami uang oleh salah satu keluarga. Rini kecil sontak mengalami bayang-bayang ketakutan, tentang kehidupan dia di masa dewasa kelak.

“Saya kayak orang ketakutan, nanti bisa hidup gak sih? Itu SMP kelas 3. Makanya saya pikir lulus SMP harus lulus SMA. SMA lulus, harus lulus kuliah. Begitu perguruan tinggi ketemu jodoh, harus yang ngebolehin kerja,” ujar penyuka Coca Cola ini.

Social Comments and Sharing

Top view

22.02.2019

Ibu Linda Agum Gumelar

Pada Hari Kamis 21 Februari 2019 di Ruang Merica

+ View

12.02.2019

SOSIALISASI PANDUAN

Pada Hari Rabu 13 Februari 2019 Ibu Noesje

+ View

20.12.2018

Pembahasan Usulan

Kegiatan Berkala GPSP, rapat pengurus yang

+ View

11.09.2012

Memikul Indonesia di

Berkaca pada sejarah Indonesia, kiprah perempuan

+ View

11.09.2012

Menilik Kemajuan

Bagi salah satu pendiri GPSP, Prof Mayling Oey

+ View

11.09.2012

Keluarga Jadi Sekolah

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat

+ View

Most Popular

Ibu Linda Agum Gumelar ...

Pada Hari Kamis 21 Februari 2019 di Ruang Merica ...

+ View

Jika Melapor, Pecandu ...

Jakarta – Tidak dipungkiri peredaran narkotika di ...

+ View

Keluarga Jadi Sekolah ...

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat ...

+ View

Inspirasi Perempuan

Anita Mae: Keahlian Jadi ...

Jakarta – Pemberdayaan perempuan di Indonesia ...

Diskusi Nasional: Peran ...

Acara Diskusi Nasional bertajuk "Peran Perempuan ...

Atlet Indonesia Harus ...

Jakarta – Prestasi Indonesia di kancah Asia saat ...

Linda Gumelar Tak Mau ...

Setelah berhenti sebagai Menteri Pemberdayaan ...

  • Prev
  • Mitra & Partner
Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Olive Sienna Teal Dark_blue
Background Color
Text Color
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction
Scroll to top