SJ Health - шаблон joomla Авто
Breaking News:
Cara Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini -- "Jakarta – Kanker payudara dapat menyerang siapa saja, termasuk perempuan muda. Karena ..." -- 01 October 2012
Tepat...! Perempuan Jadi Kunci Utama Pembangunan Nasional -- "JAKARTA – Kunci utama pembangunan nasional tidak hanya terletak di atas pundak laki-laki. ..." -- 05 December 2012
Wow...! GPSP Latih Generasi Zaman Now Bangun Kesadaran Gender -- "JAKARTA- Yayasan GPSP (Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan) menyadari betul pentingnya ..." -- 01 October 2012

Siapa yang tak kenal Linda Gumelar. Sebut saja namanya di tengah kerumunan anak-anak hingga mereka yang berusia di atas 70-an. Tanpa ragu mereka pasti akan menyebut sederet kegiatan sosial yang pernah dilakukan bersama ibu dua anak ini dengan lantang.

Perempuan bernama lengkap Linda Amalia Sari adalah tokoh panutan wanita Indonesia dengan sederet prestasi. Linda pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Kabinet Indonesia Bersatu II (2009-2014), Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) periode 2004-2009,  anggota DPR RI 1992-1997 dan anggota MPR RI 1998.

Linda juga dikenal sebagai penyintas kanker payudara. Upayanya yang gigih melawan kanker membawanya hingga ke negara kincir angin untuk berobat selama 5 tahun. Pulang ke tanah air, Linda tak  berdiam diri. Bersama empat temannya, Linda membentuk Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). Tekadnya hanya satu, agar perempuan Indonesia selamat dari penyakit mematikan ini. Melalui YKPI, Linda juga berupaya agar perempuan Indonesia paham tentang kanker payudara, bahaya dan risikonya. Bahkan bersama YKPI, Linda membantu pasien penderita kanker payudara.

Linda melakukan ini sebagai upayanya untuk terus memberdayakan perempuan Indonesia sebagai bentuk pengabdian diri di bidang sosial. Seusai mengakhiri jabatan menteri, Linda langsung didapuk Yayasan GPSP sebagai ketua periode 2015-2019. Menurutnya meski sudah 73 tahun Indonesia merdeka, pemberdayaan perempuan di tanah air masih menyisakan banyak pekerjaan rumah (PR). Perlu ada langkah masif dan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, untuk melahirkan perempuan-perempuan hebat, dan berguna bagi kesejahteraan Indonesia di masa depan.

“Isu pemberdayaan perempuan itu bahkan lebih tua dari umur kemerdekaan. Sejak Kongres Perempuan pertama kali digelar pada Desember 1928, pemberdayaan telah menjadi perhatian perempuan. Isunya mungkin sama hingga sekarang, namun seiring perkembangan teknologi, cara dan medianya pun berbeda”, ujarnya semangat.

Sebagai contohnya, lanjut Linda, di tengah derasnya arus teknologi dan informasi dewasa ini, masih banyak perempuan tak kuasa menolak eksploitasi dan kekerasan terhadap dirinya. Walhasil, pelbagai kasus mulai dari pelecehan seksual, perdagangan manusia (human trafficking), hingga kekerasan rumah tangga, tak jarang menimpa kaum perempuan.

“Bahkan, korban dari pihak anak dan perempuan makin marak, dengan cara yang digunakan lebih canggih lagi,” kata perempuan kelahiran Bandung, 15 November 1951 ini.

Linda tak menampik, dari segi regulasi, Indonesia memang sudah cukup baik di bidang pemberdayaan perempuan. Kesempatan perempuan berkiprah di aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan politik juga sudah menunjukkan adanya peningkatan.

“Akan tetapi, seluruh regulasi itu harus mampu diterjemahkan oleh pengawas dan pelaku di lapangan. Dan, GPSP hadir dalam rangka mewujudkan tujuan yang tertera pada regulasi tersebut,” ujarnya.

GPSP di bawah kepemimpinan Linda mengusung tagline ‘Girls and Women Empowerment: Our Priority’. Artinya, perjuangan pemberdayaan tidak hanya khusus untuk perempuan, namun juga anak perempuan. Selain menjadi target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals, atau SDGs), anak perempuan menurut istri Agum Gumelar ini  merupakan satu dari sekian tiang penyangga yang ada di negara ini.

“Kalau perempuannya berdaya, dan anak perempuannya sejak kecil sudah diberikan hak-hak yang sama dengan anak laki-laki, tentu dia akan menjadi seorang manusia dan perempuan yang cerdas dan mandiri. Kemandirian merupakan kunci pemberdayaan perempuan. Bila sudah mampu mandiri, maka perempuan punya modal kuat untuk memperbaiki diri sendiri, keluarga, dan bangsa”, tambah Linda lagi.

Social Comments and Sharing

Top view

22.02.2019

Ibu Linda Agum Gumelar

Pada Hari Kamis 21 Februari 2019 di Ruang Merica

+ View

12.02.2019

SOSIALISASI PANDUAN

Pada Hari Rabu 13 Februari 2019 Ibu Noesje

+ View

20.12.2018

Pembahasan Usulan

Kegiatan Berkala GPSP, rapat pengurus yang

+ View

11.09.2012

Memikul Indonesia di

Berkaca pada sejarah Indonesia, kiprah perempuan

+ View

11.09.2012

Menilik Kemajuan

Bagi salah satu pendiri GPSP, Prof Mayling Oey

+ View

11.09.2012

Keluarga Jadi Sekolah

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat

+ View

Most Popular

Ibu Linda Agum Gumelar ...

Pada Hari Kamis 21 Februari 2019 di Ruang Merica ...

+ View

Jika Melapor, Pecandu ...

Jakarta – Tidak dipungkiri peredaran narkotika di ...

+ View

Keluarga Jadi Sekolah ...

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat ...

+ View

Inspirasi Perempuan

Anita Mae: Keahlian Jadi ...

Jakarta – Pemberdayaan perempuan di Indonesia ...

Diskusi Nasional: Peran ...

Acara Diskusi Nasional bertajuk "Peran Perempuan ...

Atlet Indonesia Harus ...

Jakarta – Prestasi Indonesia di kancah Asia saat ...

Linda Gumelar Tak Mau ...

Setelah berhenti sebagai Menteri Pemberdayaan ...

  • Prev
  • Mitra & Partner
Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Olive Sienna Teal Dark_blue
Background Color
Text Color
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction
Scroll to top