SJ Health - шаблон joomla Авто
Breaking News:
Cara Mendeteksi Kanker Payudara Sejak Dini -- "Jakarta – Kanker payudara dapat menyerang siapa saja, termasuk perempuan muda. Karena ..." -- 01 October 2012
Tepat...! Perempuan Jadi Kunci Utama Pembangunan Nasional -- "JAKARTA – Kunci utama pembangunan nasional tidak hanya terletak di atas pundak laki-laki. ..." -- 05 December 2012
Wow...! GPSP Latih Generasi Zaman Now Bangun Kesadaran Gender -- "JAKARTA- Yayasan GPSP (Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan) menyadari betul pentingnya ..." -- 01 October 2012

Jakarta – Prestasi Indonesia di kancah Asia saat ini masih dinilai lemah. Hal yang kerap dijadikan alasan yakni minimnya anggaran yang diturunkan pemerintah kepada para atlet, atau pemenuhan fasilitas-fasilitas olahraga.

Demikian diungkapkan oleh mantan atlet tenis Indonesia, Martina Widjaja. Alih-alih dana, menurut Martina, hal terpenting saat ini justru para atlet harus fokus meningkatan skill, sehingga bisa berbicara banyak saat melakoni even-even skala internasional. Terutama menjelang Asian Games yang akan digelar Agustus 2018.

 

“Dana itu memang penting, tapi bukan segalanya. Semangat itu nomor satu,” kata Martina kepada Jurnas.com, saat ditemui di Kantor Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP), Menara Peninsula Jakarta, Senin (12/2) pagi.

“Seumpama saya yang swasta, ketika melihat atlet dengan spirit (semangat, Red) yang tinggi, tapi masih kekurangan, masa kita gak mau bantu sih?” sambung perempuan pendiri GPSP ini.

Martina mengatakan, untuk menunjang kebutuhan atlet memang sulit bila hanya mengandalkan kantong pemerintah semata. Karena itu, dalam hal ini pemerintah perlu lebih masif lagi menggandeng swasta.

“Tunjukkan dulu apa yang kalian (atlet) bisa berikan,” ujar ibu dua anak tersebut.

Saat diminta komentar tentang prestasi Indonesia, Martina menyayangkan Ibu Pertiwi seolah jalan di tempat. Padahal di saat yang sama, prestasi olahraga negara lain malah makin melejit.

“Kalau dilihat dari sejarah, Indonesia dulu di Asia, apalagi ASEAN, kita memegang peran yang kuat sekali. Lalu, di mana kita ini sekarang? Kita stag (stagnan, Red), dan yang lain maju,” ujar mantan Ketua Umum PB Pelti yang masih aktif sebagai Lifetime Vice President Asia Tennis itu.

Social Comments and Sharing

Top view

22.02.2019

Ibu Linda Agum Gumelar

Pada Hari Kamis 21 Februari 2019 di Ruang Merica

+ View

12.02.2019

SOSIALISASI PANDUAN

Pada Hari Rabu 13 Februari 2019 Ibu Noesje

+ View

20.12.2018

Pembahasan Usulan

Kegiatan Berkala GPSP, rapat pengurus yang

+ View

11.09.2012

Memikul Indonesia di

Berkaca pada sejarah Indonesia, kiprah perempuan

+ View

11.09.2012

Menilik Kemajuan

Bagi salah satu pendiri GPSP, Prof Mayling Oey

+ View

11.09.2012

Keluarga Jadi Sekolah

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat

+ View

Most Popular

Ibu Linda Agum Gumelar ...

Pada Hari Kamis 21 Februari 2019 di Ruang Merica ...

+ View

Jika Melapor, Pecandu ...

Jakarta – Tidak dipungkiri peredaran narkotika di ...

+ View

Keluarga Jadi Sekolah ...

Apa yang dilakukan Rini Soemarno terhadap empat ...

+ View

Inspirasi Perempuan

Anita Mae: Keahlian Jadi ...

Jakarta – Pemberdayaan perempuan di Indonesia ...

Diskusi Nasional: Peran ...

Acara Diskusi Nasional bertajuk "Peran Perempuan ...

Atlet Indonesia Harus ...

Jakarta – Prestasi Indonesia di kancah Asia saat ...

Linda Gumelar Tak Mau ...

Setelah berhenti sebagai Menteri Pemberdayaan ...

  • Prev
  • Mitra & Partner
Template Settings
Select color sample for all parameters
Red Green Olive Sienna Teal Dark_blue
Background Color
Text Color
Select menu
Google Font
Body Font-size
Body Font-family
Direction
Scroll to top